Trip Eropa (Part 6) – The Last Day in Munich

Triphology (travel blogger) – Hari kedua di Munich dan udara pagi ini benar – benar bikin males buat bangun dari tempat tidur. Pagi hari udara di Munich sekitar 8 sd 10 derajat celcius tapi kalau siang bisa sampai 27 derajat, cukup ekstrim buat orang negara tropis yang biasa hidup dengan suhu relatif stabil. Hari ini check-out dari Hotel dan rencananya berangkat ke Praha nanti malam jam 23.55, jadi masih ada satu hari yang bisa dihabiskan untuk menelusuri kehidupan kota Munich. Semua barang dititip sementara di Hotel, nanti malam baru diambil kembali.

Gerbang ke Pasar

Viktualienmarkt Munich

Karena kemarin belum sempat ke viktualienmarkt, hari ini mau kesana. Lokasinya sebenarnya masih di sekitar Marienplatz. Dari hotel coba buat semangat jalan kaki menembus dinginnya udara ke stasiun Truderring. Kereta hari ini tidak terlalu penuh, padahal ini hari senin yang merupakan hari kerja. Gak lama sudah berada di Marienplatz, keluar dari subway langsung jalan kaki ke lokasi.

Viktualienmarkt

Sudut Pasar

Viktualienmarkt merupakan salah satu pasar tradisional tertua yang sudah ada sejak tahun 1807 di era Raja Maximillian I. Barang yang dijual disini sama seperti pasar tradisional pada umumnya, lebih banyak hasil pertanian, sayuran, daging, ikan, buah-buahan hingga bunga – bunga segar yang baru saja dipetik. Tidak ketinggalan juga pernak – pernik khas bavarian, pajangan, gantungan kunci dan ada juga food court dengan suasana outdoor yang bikin betah buah duduk lama – lama.

Buah dan Sayur Segar

Pertama kali lihat Tulip secara langsung

Pasar ini buka setiap hari senin sd sabtu dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Tapi meski begitu beberapa toko biasanya sudah tutup sekitar jam 6 sore. Di Viktualienmarkt sering diadakan even budaya tradisional seperti brewers’ day atau gradeners’ day yang biasanya membuka musim asparagus di Jerman. Ada juga kegiatan seperti dance of the market women on Shrove Tuesday atau Pancake Day.

Sudut Pasar

Tempat Makan

Deutsches Museum

Puas berkeliling menikmati kehidupan pasar di Munich, perjalanan berlanjut ke Deutsches Museum. Lokasinya dapat ditempuh dengan menggunakan kereta subway line S dari Marienplatz station menuju ke Isartor, kurang lebih 5 menit. Setelah itu jalan kaki sekitar 300 meter. Meseum ini merupakan salah satu museum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terbesar di dunia dengan pengunjung 1,5 juta orang per tahun dan sekitar 28 ribu benda dari 50 cabang ilmu pengetahuan dan teknologi dipamerkan disini.

Menuju Pintu Masuk Museum

Didirikan pada tanggal 28 Juni 1903, pada suatu pertemuan Asosiasi Insinyur Jerman atau yang di inisiasi oleh Oskar Von Miller. Lokasi utama museum adalah pulau kecil ditengah sungai Isar, yang menurut sejarah dulunya dipergunakan untuk membawa gelondongan kayu sejak abad pertengahan. Buat pencinta museum dan sejarah, tempat ini sangat recommended untuk dikunjungi.

Sungai Isar

Bagian dalam Museum

Bagian dalam Museum

Allianz Arena Muenchen

Dari Museum lanjut ke destinasi berikutnya ke Allianz Arena Muenchen. Markas tim sepakbola Bayern Muenchen. Stadion ini sangat unik dengan panel – panel besar yang mengelilingi stadion dan menyala indah pada malam hari. Warna panel bisa berganti menyesuaikan tim yang bertanding disana. Untuk menuju ke Allianz Arena dari Deutsches Museum naik kereta subway line S kembali ke Marientplatz kemudian lanjut dengan line U6 ke arah Frottmaning, kurang lebih sekitar 30 menit. Dari Frottmaning masih harus jalan kaki lagi kurang lebih 1 km untuk menuju ke pintu stadion.

Allianz Arena Muenchen

Stadion ini dibuka pada tahun 2005 dengan kapasitas 68 ribu penonton. Dirancang oleh arsitek asal Swiss, Herzog & de Meuron pembuatan stadion ini menghabiskan biaya tak kurang 340 juta euro. Pada hari-hari pertandingan, stadion ini menjadi markas bagi kesebelasan TSV 1860 Muenchen dan Bayern Muenchen saat menjamu lawan-lawannya. Pada hari tanpa pertandingan pengunjung masih dapat masuk untuk menuju ke Bayern Muenchen Store ataupun ke Museum Bayern Muenchen. Jika membeli paket tour, pengunjung juga memperoleh kesempatan buat keliling stadion hingga masuk ke dalam ruang ganti pemain.

Cuaca Cerah Hari ini

Di Bayern store membeli jersey Bayern Muenchen punya Lewandowski plus ada tandatangan dibagian nomor punggungnya buat oleh-oleh ke Indonesia. Selesai belanja langsung kembali ke Frottmaning untuk berangkat ke Englischer Garten atau Taman Inggris. Untuk menuju ke lokasi dari Frottmaning naik kereta U6 dan turun di Giselastrabe, dari sini masih jalan kaki sekitar 300 m.

Englischer Garten

Englischer Garten merupakan salah satu taman utama di Munich. Dibangun pada tahun 1789 ole Sir Benjamin Thompson sebagai persembahan untuk Pangeran Charles Theodore di Bavaria. Taman seluas 370 hektar ini merupakan salah satu taman publik terbesar di dunia. So, karena luasnya jangan harap bisa kelilingin semuanya yaa. Karena tiba disini sudah siang, saatnya menyantap menu makan siang sambil menikmati rimbunnya taman hijau.

Pintu Masuk dari GisellaStrabe

Lalu apa saja yang bisa dilihat di Englischer Garten ? yang pertama ada japanesse Tea House. Loh kok Jepang ?. Pada tahun 1972 saat berlangsungnya olimpiade di Munich, kepala Urasenke Tea School di Kyoto, Soshitsu Sen memberikan hadiah kepada pemerintahan Bavaria yaitu berupa design Japanese Tea House yang pada akhirnya dibangun di sebuah pulau kecil di taman ini.

Sudut Taman

Yang paling menarik di Englischer Garten adalah Surfing. Surfing ? dimana ? kan ini taman bukan pantai. Itu pertanyaan yang sama yang ada dikepala saat tahu ada tempat surfing di taman. Pada salah satu titik lokasi di taman ada aliran buatan yang dibuat di sungai yang melintasi Englischer Garten. Untuk bisa selancar disini, setiap orang harus antri dan bergantian menggunakan aliran airnya. Yang jelas, ini tidak cocok bagi peselancar pemula dan ada papan peringatan di area tersebut. Selain dua hal diatas ada juga, Monopteros, Steinerne Bank, Chinese Tower, Rumford Saal dan banyak lagi titik menarik yang cukup buat lelah jika dikunjungi satu persatu. Disini juga tersedia kereta kuda abad pertengahan buat yang ingin berkeliling taman dan merasakan sensasi bavarian tempo dulu.

Surfing Time

Olympia Park Stadium

Selesai makan siang di Englischer Garten, langsung berangkat ke Olympia Park Stadion Munich. Dari Hohenzollernstrabe naik bus nomor 53 dan turun di Leonrodplatz, kemudian sambung lagi naik Tram nomor 20 dan turun di Olympia Park West.

Olympia park stadium bisa dikatakan mirip gelora bung karno di Jakarta, selain ada stadion sepakbola juga ada tempat-tempat olahraga lainnya seperti atletik, renang dan sebagainya.  Stadion olimpiade munchen dulunya merupakan markas Bayern Muenchen sebelum pindah ke Allianz arena. Stadion ini juga kerap dijadikan tempat konser artis dunia. Sebut saja Jon Bon Jovi, Robbin Williams, dan Rolling Stones. Stadion bintang 5 standar UEFA ini berkapasitas 65 ribu tempat duduk dan dibangun sebagai bagian dari persiapan olimpiade Munchen tahun 1972.

Go To Praha (Illustrasi by Google)

Karena badan sudah cukup capek dan malamnya harus perjalanan di bus, setelah dari Olympia Park langsung kembali ke hotel ambil tas dan berangkat menuju ke stasiun ZOB. Dari hotel tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di ZOB. Waktu tunggu bus masih lama, nongkrong di warung turki sambil makan kebab porsi besar menjadi penutup perjalanan selama di Munich.

Makan Malam – Ini seporsi bisa berdua

Munich kota yang sangat indah, rapi, bersih dan sangat nyaman untuk singgah atau menetap lebih lama. Jika ada waktu yang lebih bisa coba untuk keluar wilayah Munich, ke Salzburg misalnya. Bisa jadi alternatif pilihan. Yang jelas, memasukkan Munich dalam destinasi yang harus dikunjungi adalah suatu hal yang tidak boleh dilewatkan.

Danke Munich,, See You Soon.  Next : Prague / Praha

Munich, 30 April 2018.

Leave a reply