Trip Eropa (Part 5) Nyamannya Kota Munich

Triphology (travel Blogger) – Buat penggemar sepakbola seperti Saya, pertama kali terlintas saat mendengar kata Munich adalah Bayern Munich/Muenchen. Sebuah klub sepakbola adidaya dari Jerman dengan prestasi yang tidak kalah mentereng dari Barcelona, Real Madrid di Spanyol atau Juventus dan AC Milan di Italia. Bayern Muenchen merupakan langganan juara bundesliga dan pemegang 5 kali Juara eropa.

Bayern Muenchen

Munich biasa disebut Muenchen, Muenster atau Minga dalam bahasa bayern. Kota ini terletak di Selatan Jerman dan merupakan ibukota dari negara bagian Bayern. Kota terbesar di Bavaria ini didirikan pada tahun 1158 oleh Heinrich the lion, seorang adipati Sachsen. Saat ini Munich merupakan kota finansial utama di Jerman. Munich juga menempati peringkat teratas bagi para migrator dan ekspatriat karena tingkat kenyamanannya yang tinggi.

Paris to Munich

Jam menunjukkan pukul 9.30 Malam di Gallieni. Belum ada tanda-tanda bus akan tiba di platform 13 tempat Saya menunggu. Mata dan badan seperti gak sabar buat segera naik bus dan tidur. Tepat jam 9.45 bus eurolines yang dinanti pun datang. Setelah menunjukkan tiket dan paspor ke supir bus, Saya diarahkan untuk meletakkan tas ransel dibagasi bus. Malam ini penumpang cukup ramai dan hampir semua kursi terisi penuh. Bus Euroline merupakan salah satu perusahaan bus yang cukup tua di Eropa. Kondisi armadanya pun terlihat sama tuanya. Bus memiliki fasilitas toilet yang terletak di dekat tangga masuk di bagian tengah bus. Diatas toilet ada dashboard tempat meletakkan terminal listrik 6 titik yang digunakan bergantian oleh penumpang untuk mengisi baterei hp dan sejenisnya. Tidak ada fasilitas wifi di dalam bus seperti halnya flixbus.

Bus Eurolines

Tepat jam 10 malam bus mulai berangkat menuju Munich. Perjalanan Paris – Munich memakan waktu kurang lebih 13 Jam dengan estimasi tiba di munich adalah jam 10.45. Hmm.. perjalanan yang cukup panjang. Untuk waktu perjalanan selama itu mungkin sama seperti Jakarta – Jogja, tapi untuk Jarak pastinya lebih jauh mengingat kondisi jalan yang dilalui benar-benar bebas hambatan. Tapi gak apa – apa, setidaknya Saya bisa tidur selama diperjalanan. Perjalanan malam memang sengaja Saya pilih untuk menghemat cost penginapan. Gak berapa lama bus berangkat, Saya pun langsung terlelap sepanjang perjalanan dan terbangun sesekali pada saat bus istirahat setiap 3 jam.

Pemandangan Musim Semi

Pukul 5 pagi matahari mulai menunjukkan dirinya. Bus baru saja melewati Strasbourg dan bersiap memasuki perbatasan wilayah Jerman. Perbatasan Perancis dan Jerman ini hanya dipisahkan oleh sungai Rhine. Tidak ada pagar perbatasan atau penjaga perbatasan diantaranya. Hari semakin terang dan pemandangan musim semi di Eropa pun terlihat begitu mengagumkan. Beberapa titik disuguhkan bunga – bunga yang mulai tumbuh bermekaran. Tak ketinggalan rumah – rumah pedesaan Jerman dan jalanan berkelok melewati pegunungan benar – benar pemandangan yang menyegarkan mata pagi ini.

Bunga Bermekaran

Dari Pukul 5 Pagi menghabiskan waktu untuk melihat suasana sepanjang perjalanan. Mulai dari Strasbourg hingga Stuttgart yang merupakan pemberhentian terakhir sebelum munich. Pembangkit listrik dengan kincir angin raksasa yang sangat banyak, kebun bunga musim semi, sungai, lapangan yang penuh dengan solar cell dan banyak hal lagi yang membuat takjub sejauh mata memandang.

Mcdonald’s Di Stuttgart

Zentraler Omnibusbahnhof Muenchen (ZOB Muenchen)

Jam 11 siang bus tiba di ZOB Muenchen yang merupakan stasiun/terminal pusat kota Munich. ZOB terdiri dari 3 lantai, bagian bawah merupakan platform bus sedangkan 2 lantai diatasnya merupakan pertokoan dan tempat makan. Tiba di ZOB langsung cari informasi tempat pembelian tiket local transportation. Masalahnya internet sedang trouble jadi gak bisa cari informasi di google.  Di depan ZOB ada stasiun kereta Muenchen Hackerbruke, tapi ini stasiun kecil, lebih mirip seperti halte dan gak kelihatan ada counter tiket atau mesin tiket.

ZOB

Akhirnya coba jalan kaki ke stasiun kereta Hauptbanhof yang merupakan stasiun kereta api pusat di Munich, jaraknya kurang lebih 800 meter dari ZOB. Di jalan ketemu sama orang Indonesia yang juga lagi kebingungan, awalnya cuma nebak aja ini orang Indonesia, ternyata benar. Namanya Aini, asal Bandung, seorang Mahasiswi Erasmus, tinggal di Benevento Italia dan ke Jerman mau jalan-jalan sama temannya dari Indonesia. Karena sama-sama bingung akhirnya berangkat sama-sama ke Hauptbanhof. Dari Aini dapat informasi banyak tentang segala sesuatu di Italia, mmm lumayan dapat informasi gratis mengingat Italia adalah destinasi berikutnya.

Munich Visit Pass

Tidak terlalu sulit untuk menemukan counter ticket di stasiun – stasiun besar di Eropa. Meski bangunannya besar dan luas, papan informasi penunjuk arah hampir ada di seluruh sudut stasiun. Untuk tiket pass di Munich ada 2 kategori, pertama single day ticket buat 1 orang dan group ticket untuk 2 – 5 orang dewasa. Masing – masing kategori tiket juga dibedakan lagi harganya berdasarkan wilayahnya. ada 4 zona yaitu Inner district, Munich XXL, outer district dan Entire network. Kalau cuma ingin berkeliling di area munich saja cukup beli yang Inner district tapi kalau ingin lebih luas tentu pilih yang Entire Network.

Munich Pass milik Saya,, sudah lecek 🙁

Tiket ini sama seperti di Paris, bisa digunakan untuk metro, bus dan tram. Untuk jalur metro ada Jalur S, U dan R. Harga tiket one day untuk Inner District kategori single seharga 6,7 euro sedangkan untuk group seharga 12,80 euro. Kalau untuk yang ke munich berdua atau lebih disarankan untuk membeli yang group saja karena jauh lebih murah. Tiket berlaku selama 24 jam dan terhitung sejak pertama kali validasi. Ingat !! Jangan pernah lupa untuk memvalidasi ticket di eropa kalau gak mau di denda puluhan hingga ratusan euro. Mesin validasi biasanya terletak di pintu masuk platform atau jika bingung bisa tanya ke petugas, mereka akan dengan senang hati memberikan informasi. Untuk Informasi harga tiket dan segala sesuatunya bisa dilihat di klik disini.

Mobil Mewah di Jakarta, Mobil Biasa di Munich.

Dari Hauftbanhof mau ke hotel dulu buat check ini dan taruh ransel, setelah itu baru jelajah kota munich. Naik metro Jalur U2 dari Hauftbanhof turun di stasiun Trudering. Keluar dari Stasiun trudering  dikejutkan oleh satu fakta. Betapa kagetnya melihat taksi di Munich menggunakan mobil jenis mercedes benz, toyota prius hybrid, Volvo, Audi dan BMW yang di Indonesia semuanya jajaran mobil kelas atas.

Taksi di Munich

Di Munich semua kendaraan tersebut diperuntukkan juga jadi taksi, lebih tepatnya taksi reguler bukan taksi eksklusif seperti di Indonesia. Lucunya lagi, taksi tidak hanya bisa di charter oleh perorangan tapi juga kolektif dengan orang lain, ongkosnya barengan mirip angkot. hmmm. Selain taksi, mobil pribadi pun hampir seluruhnya menggunakan merk-merk diatas dan ini umum. Saya melihat mini cooper (mobil impian) hanya sebagai mobil biasa dan biasa aja terlihat parkir gak terurus di pinggir jalanan munich.

Hotel Tempat Saya Menginap

Dari Trudering lanjut jalan kaki kurang lebih 500 meter menuju Leto Motel Munich. Sampai di hotel masih jam 1 siang sedangkan check-in baru bisa dilakukan jam 3 sore, untungnya meski belum bisa check-in, diperbolehkan buat nitip ransel dan diambil pada saat chech-in nanti. Setelah proses titip tas selesai dan duduk istirahat sebentar di lobby hotel, petualangan di munich pun dimulai. Tempat pertama yang dituju adalah kawasan kota tua yang berada di Marienplatz.

Marienplatz

Untuk menuju Marienplatz bisa naik metro jalur S4 arah Geltendorf dan turun di Munich Marienplatz Station. Keluar dari subway langsung disambut kemeriahan pengamen jalanan dan disuguhkan pemandangan lapangan marienplazt beserta bangunan tua sekitarnya. Suasana sangat ramai pengunjung, meski begitu banyak pertokoan tutup. Di Jerman umumnya toko-toko memang tutup di hari minggu.

Pengamen di Marienplatz

Jago banget main pianonya.. asli keren banget….

Selain terdapat bangunan gereja tua dan bersejarah khas bavarian, kawasan ini juga terdapat pasar tradisional tertua di munich, tempat makan dan toko-toko disekitarnya. Marienplatz atau Mariensaule didirikan pada tahun 1637 untuk merayakan akhir dari pendudukan Swedia. Berjalan-jalan di Marienplazt sangat menyenangkan. Suasananya lebih hidup ketimbang di Paris. Bir, Musik, Party atau seniman – seniman jalanan yang tampil penuh totalitas. Mulai dari group music, pemain piano, sculpture, sampai freestyle football bisa ditemukan disini.

Ini Patung atau Orang ???

Marienplatz

Mama Halal dan Munchner Forum Fur Islam

Hari semakin siang, saatnya mencari tempat shalat dan makan di sekitaran Marienplatz. Dengan bantuan aplikasi muslim pro, akhirnya menemukan tempat yang dituju, Munchner Forum fur Islam. Jangan bayangkan ini adalah bangunan megah dan besar. Ini hanya sebuah rumah dua lantai. Bagian bawah difungsikan sebagai restoran halal yang bernama mama halal dan bagian atas difungsikan sebagai masjid.

Masjid

Sebenarnya hari ini mereka tutup karena hari minggu.  Tapi karena kebetulan ada rombongan turis dari Bosnia yang sudah memesan jauh-jauh hari, mereka tetap buka. Selesai shalat langsung memesan makanan. Menu makanan Turki seharga 11 euro, Nasi biriyani dengan gulai kambing, salad dan roti menjadi santap siang hari ini. Untuk rasa agak aneh di awal tapi overall ini cukup nikmat, cuma porsinya sangat besar dan kayaknya perut gak cukup untuk menampung seluruh makanan.

Gak tau namanya apa.. tapi ini enak banget…

Glockenspiel

Selesai makan kembali ke arah lapangan Marienplatz. Ada pemandangan aneh begitu tiba disana. Seluruh orang melihat ke  Glockenspiel di bagian atas New Town Hall Tower dan bersiap – siap dengan smartphone atau kamera mereka untuk merekam sesuatu. Lama menunggu gak ada yang terjadi, bikin penasaran juga akan ada pertujukkan seperti apa. Tepat jam lima sore seluruh lonceng gereja disekitaran Marienplatz berdentang bersahutan satu sama lain dan tidak berapa lama pertunjukkan pun dimulai.

Glockenspiel

Di puncak menara tepat dibawah jam besar ada 32 patung seukuran tubuh manusia yang bergerak dan berputar menampilkan figure penari Schaffertanz, tarian tradisional bavaria sambil di iringi musik seperti music box. Ternyata ini pertunjukkan yang dinanti oleh hampir seluruh pengunjung yang ada di Marienplatz. Pertunjukkan berlangsung selama kurang lebih 5 menit dan dilakuan beberapa kali dalam sehari. Selesai menikmati pertunjukan, kembali ke penginapan lebih awal untuk istirahat jaga kondisi badan dan melanjutkan jelajah kota munich di esok hari.

Salah satu sudut kawasan kota tua Munich

Salah satu sudut kawasan kota tua Munich

Naik kereta dari stasiun metro yang berada tepat di bawah Marienplatz ke arah Trudering dan tiba di Leto Motel sekitar Jam 6 Sore. Selesai chek in, masuk kamar dan mulai membongkar ransel untuk menyiapkan bahan makan malam. Malam ini masak nasi dan sardines plus topping bon cabe. Selesai mandi dan makan, saatnya untuk tidur. Besok rencananya mau ke Viktualienmarkt, Allianz Stadium, Bayern Museum, Olympia Park dan Englischer Garten. Hari ini ditutup dengan pengalaman luar biasa, melihat banyak hal dan semakin membuka mata kalau dunia ini sangat luas.

Munich, 30 April 2018

Leave a reply