Trip Dadakan ke Singapore – Edisi Hemat

Triphology (travel blogger) – Singapore jadi tempat pertemuan antara presiden Korea utara sama POTUS (Presiden Of The United States), jadi ingat beberapa tahun lalu. Sebenarnya gak ada niat untuk ke Singapore, Kebetulan lagi di Kuala Lumpur dan pulangnya harus langsung ke Batam. Ada dua pilihan saat itu, pertama naik pesawat direct KL ke Batam atau Ke Jakarta dulu baru Ke Batam. Secara waktu jelas direct lebih efektif tapi harganya lebih mahal, kalau balik dulu ke Jakarta baru ke Batam udah harganya double secara jarak jadi bolak balik karena posisi batam di tengah – tengah rute. Mulai putar otak sambil searching alternatif di google, muncul-lah ide untuk transit dulu di Singapore setelah itu baru nyebrang ke Batam. Lagipula tugas di Batam baru mulai hari senin dan tugas di KL sudah selesai dari Hari sabtu pagi. Lumayan walau cuma semalam.

Coba iseng-iseng cari tiket pesawat dari KL ke Singapore ke berbagai website maskapai dan akhirnya dapat tiket ke Singapore dengan murah meriah. KL – Singapore pakai tiger airways ditebus dengan harga cuma 99 ribu. Kalkulasinya total KL – Batam biayanya kurang lebih 599 ribu. Alternatif paling hemat.

Pertama Kali ke Changi, biasanya cuma lihat di monopoli

 

Changi Airport

Besoknya berangkat ke Singapore untuk pertama kali (memang belum pernah sama sekali ke Singapore). Belum ada bayangan nanti disana kayak gimana. Berangkat dari KLIA 2, penerbangan ke Changi ditempuh dalam waktu 45 menit saja. Turun pesawat langsung jalan ikutin petunjuk ke bagian imigrasi dan pengambilan bagasi. Sampai di petugas imigrasi, dikasih pertanyaan normatiflah, mau apa ? sampai kapan ? dsb. Yang gak normal adalah tiba2 petugas imigrasinya udah kayak tour guide. Mungkin karena dia tahu kalau turis di depannya baru pertama kali ke Singapore. Dia Jelasin asal kata Changi itu dari apa dan sejarahnya bla.bla.bla. hmmm… cukup lama diajak ngobrol. kebetulan juga antrian gak terlalu panjang, kalau panjang mungkin yang dibelakang udah teriak “woii buruan woii…” hahaha… ya gak mungkinlah.

Changi Airport

 

Singapore Tourist Pass dan Hotel Capsule

Keluar dari Imigrasi langsung cari loket tiket untuk beli STP atau Singapore Tourist Pass dan cari money changer (namanya dadakan, uang pun gak disiapin). STP adalah ticket untuk naik transportasi di Singapore (Bus, MRT, LRT) secara terusan tanpa harus beli ticket berkali- kali. STP dengan masa 2 hari ditebus dengan harga 15 SGD + biaya deposit 10 SGD, total 25 SGD. Deposit bisa diambil lagi pas nanti saat kembalikan kartu.

Dari Changi langsung ke lokasi hotel. Ini menariknya, hotel Singapore bisa dibilang mahal – mahal jadi pilihan jatuh ke hotel kapsul yang murah meriah. Satu ruangan di isi oleh 12 kapsul bertumpuk. Di ujung kapsul ada tirai untuk sekedar menutup ketika tidur. Baru sampai hotel, masuk kamar dikejutkan oleh tetangga kapsul depan, 2 orang bule tidur tanpa busana,, weaalaa. Cepet2 taruh tas langsung cuss lagi. Hotel kapsul yang disewa lokasinya gak jauh dari stadion jalan besar Singapore.

Hotel Kapsul

Merlion Park

Dari hotel langsung meluncur ke tujuan utama. Apalagi kalau bukan si imut singa merlion yang berada di Merlion Park. Kata orang belum ke Singapore kalau belum foto bareng si Singa Duyung. Dari Changi naik kereta East West Line (Jalur Hijau) dan turun di Rafless Place, jalan kaki lewatin hotel Fullerton (kapan yaa bisa nginap disini) sekitar 800 meter sampe deh di Merlion Park dengan pemandangan latar belakang Marina Bay Sands (hotel yang bentuknya mirip kapal pesiar)

Dan seperti biasa, jauh – jauh ke Singapore yang banyak ada disana justru orang Indonesia. Jadi serasa piknik di Ancol. Biar kekinian dan ikutan sama orang – orang mulailah jadi model dadakan, jepret sana dan jepret sini cari angle yang bagusan udah kayak fotografer professional.

 

Bugis

Selesai dari Merlion lanjut ke Bugis, tempat shopping mall harga bersahabat berderet-deret banyaknya (kata orang sih murah). Jalan – jalan di bugis masuk keluar mall, lihat harga tengok kanan kiri, mana yang murah… mulai mikir, ini murah versi siapa yaa.. hahaha maklum turis kere. Akhirnya gak lama cabut juga dari Jl. Bugis langsung menuju Kampung Arab.

Bugis Street

Kampung Arab dan Masjid Sultan

Sampai di Kampung Arab hari udah siang. mampir ke Kampong Glam, muscat street, dan finaly numpang sholat di Masjid Sultan yang ada di Muscat Street. Selesai shalat isi botol air minum pakai air gratisan (maklum air mineral mahal disini). Kampung arab sendiri merupakan daerah yang cukup bersejarah, meski sekarang lebih dikenal dengan deretan pertokoan dan tempat makan. Ada juga beberapa toko souvenir menjual pernak-pernik oleh-oleh dengan harga lumayan murah dibanding yang ditemuin di Bugis sebelumnya. Beli oleh Рoleh di Arab Street setelah itu makan di warung India, harganya lebih bersahabat dan gak ngajak berantem. Lumayan lama di Kampung arab muter-muter gak ada yang dibeli (sekali lagi, maklum turis kere). Karena udah sore, milih balik ke hotel aja buat istirahat.

Gak Sempat Foto (gambar by google)

Yang ini hasil jepret sendiri

Universal Studio Singapore, Sentosa Island, Orchard Road

Besok paginya langsung check out dan jalan ke Universal Studio Singapore. Masuk ke Universal Studio ? hehe..nggak, cuma mau foto di depan bola dunianya saja. Naik kereta api ke Sentosa Island dari Vivo city seharga 4 SGD, turun di Universal Studio. Cuma bisa mupeng lihat orang pada masuk, maklum sekali lagi turis kere jadi gak ada uang buat masuk. Jadilah foto-foto di depan bola dunia dan pertokoan yang iconic yang ada disekitaran pintu masuk.

Universal Studio

Dari Sentosa Island balik lagi ke kota buat jalan – jalan di orchard road,, beeuh kayak punya duit aja. Tapi gapapa, setidaknya ada foto lagi orchard road biar kayak orang-orang. Puluhan pertokoan branded berderet di sekitaran road, mulai dari Gucci sampai Gianni Versace. Waktu dah jam 3 sore, langsung aja cabut ke Harbourfront buat naik ferry ke Batam.

Orchard Road

Ini pertama kali naik ferry seumur hidup dan Alhmadulillah nyaman banget terombang ambing di laut. Setelah beberapa jam perjalan sampailah di kota Batam dan selesai sudah petulangan semalam di Singapore. Kapan – kapan kesini lagi pake rencana dan pake duit agak banyakan lah.

Leave a reply