Tips dan Trick Buat Dapat Visa Schengen Eropa

Triphology (travel blogger) – Banyak yang tanya “Gimana sih cara dapat visa schengen Eropa ?” atau “Ada tipsnya gak ?”  atau “katanya paling gampang di kedubes Belanda loh”.  Tidak ada yang salah dengan pertanyaan dan kegelisahan teman-teman traveller diatas. Hampir semua orang mengakui visa tersebut merupakan salah satu visa yang cukup sulit diperoleh selain visa US yang juga lebih ketat. Tapi sulit bukan berarti tidak mungkin. Sepanjang semua prosedur dipahami dan semua dokumen dilengkapi maka tidak ada kendala yang berarti dalam prosesnya. Tapi sebelum bahas lebih jauh tips dan trick untuk mendapatkan visa Schengen, harus kenalan dulu dengan visa yang membuat orang dapat berkeliling 26 negara Eropa dengan menggunakan satu buah sticker yang melekat di dalam paspor.

Apa itu Visa Schengen Eropa ?

Visa Schengen Eropa  adalah sebuah dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh salah satu negara yang masuk dalam perjanjian schengen. Tujuannya untuk memudahkan proses keluar masuk seorang turis atau visitor ke negara – negara tersebut. Dalam hal ini ada 26 negara eropa yang tergabung dalam perjanjian Schengen, yaitu : Austria, Belanda, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Islandia, Italia, Jerman,  Latvia, Lithuania, Liechtenstein, Luksemburg, Malta, Norwegia, Prancis, Polandia, Portugis, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Yunani.

Kesimpulannya, Jika memiliki visa Schengen maka bisa bebas keluar masuk ke 26 negara diatas dalam kurun waktu tertentu tanpa harus mengurus dokumen perjalanan lainnya.

Mengajukan Visa Schengen Eropa

Pengajuan visa Schengen tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan – aturan tertentu yang harus benar – benar dipahami termasuk kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. Setiap negara bisa berbeda satu sama lain dalam menerapkan persyaratan yang diperlukan. Namun secara umum salah satu aturan utama adalah tentang di kedutaan besar negara mana Visa Schengen harus dibuat.

Pengalaman yang lalu ada yang bilang “Di kedubes Belanda saja lebih mudah” atau “Jangan dikedutaan Jerman nanti ditolak”. Sebenarnya dimanapun negaranya persyaratan umumnya akan sama, kalaupun ada persyarataan khusus memang kebijakan dari negara masing – masing. Jika berbicara mana yang sulit dan mana yang lebih mudah itu relatif, tergantung sejauh mana semua persyaratan dilengkapi.

Aturan Schengen menetapkan bahwa pengajuan aplikasi visa Schengen harus dilakukan di negara yang menjadi destinasi utama (negara yang paling lama dikunjungi) atau di negara yang pertama kali masuk ke eropa (arrival destination).  contoh : Jika berkunjung ke 3 negara Eropa selama 12 hari dengan pembagian waktu Italia 4 hari, Prancis 6 hari dan Jerman 2 hari, maka harus mengajukan aplikasi visa Schengen di kedutaan Prancis karena merupakan destinasi utama atau negara dengan durasi tinggal paling lama. Namun bila komposisi waktunya adalah Italia 4 hari, Prancis, 4 hari, dan Jerman 4 hari maka harus mengajukan aplikasi visa Schengen di kedutaan Italia karena merupakan negara yang pertama kali dikunjungi.

Kondisi diatas harus benar – benar menjadi perhatian bagi semua traveller yang ingin mengajukan visa. Kenapa ? karena negara – negara tersebut secara umum akan menolak pengajuan visa apabila negara mereka bukan yang pertama dikunjungi atau bukan merupakan yang paling lama ditinggali atau dikunjungi. Hal ini wajar saja, karena bagiamanapun juga setiap negara mengejar devisa atas pendapatan pariwisata. Akan aneh bila mengajukan visa ke negara yang tidak dikunjungi pertama kali dan tidak ditinggali paling lama, dalam artian tidak ada keuntungan apapun buat negara tersebut.

Persyaratan

Hal lain yang harus diperhatikan adalah syarat – syarat khusus pengajuan visa di masing – masing negara pasti berbeda. Sebagai contoh, kedutaan Italia mensyaratkan setiap turis yang berkunjung ke lebih dari 1 negara atau memiliki rencana berpindah negara maka harus melengkapi dengan print ticket perjalanan antar negara. Sedangkan di kedutaan Prancis tidak mensyaratkan hal tersebut, cukup dengan print hotel dan akomodasi di setiap negara.

Syarat seperti diatas sifatnya tidak mutlak dan bisa berubah – ubah sesuai dengan kondisi yang ditetapkan oleh masing – masing negara. Jadi, harus benar – benar dipastikan dan diperiksa kembali setiap aplikasi yang akan diajukan. Secara umum persyaratan pengajuan aplikasi  Visa Schengen adalah sebagai berikut :

Paspor

Paspor adalah dokumen wajib yang harus dimiliki. Ini seperti KTP yang berlaku secara internasional. Masa berlaku Paspor minimal setidaknya 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Kalau ada paspor lama juga harus dilampirkan. Fotocopy paspor lama dan paspor baru disertakan dalam pengajuan visa. paspor lama juga jadi alat bantu untuk menginformasikan bahwa ini bukan pertama kali ke luar negeri sehingga meningkatkan nilai tawar dari aplikasi itu sendiri.

Pas Foto

Foto terbaru dan berwarna, minimal diambil 6 bulan terakhir. Ukurannya foto 3,5 cm x 4,5 cm dan latar belakang putih. Kalau boleh saran, buat pas foto di studio foto. Biasanya studio foto sudah tahu aturan untuk pas foto visa. Bilang saja untuk pengajuan visa Schengen. Banyak aturan terkait ketentuan foto, selain ukuran dan background. Misal, rambut tidak boleh menutupi telinga, tidak boleh pakai kacamata, wajah harus tampak 60 persen dan sebagainya. Ini harus benar – benar diperhatikan bila tidak mau pengajuan visa berujung pada penolakan.

Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga

Sertakan fotocopy KTP yang masih berlaku dan dalam bentuk A4, tidak usah dipotong sesuai ukuran KTP, biarkan saja di lembar kertas ukuran A4 (tidak perlu diperbesar jadi A4 juga). Kartu keluarga juga disertakan. Masih single atau sudah berkeluarga ini juga menentukan apakah aplikasi ditolak atau disetujui.

Biaya Pengajuan Visa

Biaya pengajuan visa antara negara satu dan yang lainnya berbeda. Tergantung pada kebijakan masing – masing negara tempat mengajukan aplikasi visa. Kisaran biaya sekitar 60 sd 90 euro / orang. Biaya ini harus dibayar secara cash dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs mata uang yang berlaku pada saat pembayaran.

Formulir Permohonan Visa Schengen Yang Sudah Di isi

Formulir permohonan aplikasi visa Schengen bisa diperoleh dengan cara mendownload di website VFS Global atau TLS Contact. Pastikan semua pertanyaan di isi dengan benar dan sejujur – jujurnya, jangan ada yang ditutupi dan jangan sampai salah dalam memilih jenis visa yang akan diajukan.

Asuransi Perjalanan

Ini salah satu dokumen yang wajib disertakan dalam proses pengajuan aplikasi Visa Schengen. Asuransi bisa dibeli secara online atau melalui travel agent. Untuk harga tergantung besaran manfaat yang akan diperoleh tapi untuk pertanggungan minimal adalah sebesar 30.000 euro / orang. Durasi asuransi juga harus sama atau lebih lama dari durasi kunjungan. Salah satu asuransi yang bisa jadi bahan pertimbangan adalah AXA Mandiri, punya banyak paket untuk dipilih dan harganya cukup murah.  Pastikan juga membawa salinan dari polis asuransi selama bepergian dan tempatkan pada tempat yang aman.

Bukti Keuangan

Untuk bukti keuangan bisa dibuktikan melalui rekening koran yang diperoleh di Bank. Beberapa negara juga mensyaratkan surat referensi bank sebagai rujukan, surat ini bisa diperoleh di kantor bank tempat buka rekening. Butuh waktu 2 hari buat bank untuk menyiapkan surat referensi, jadi pastikan benar – benar dikalkulasikan waktunya.  Selain itu terkadang juga diminta fotocopy kartu kredit sebagai bukti bahwa kita memiliki sumber dana yang cukup untuk berkunjung ke Eropa. Untuk dana ditabungan minimal sebesar 34 euro dikalikan jumlah hari kita di Eropa, Jadi kalau 15 hari maka 15 x 34 euro = 510 euro atau sekitar rata – rata 8.670.000 dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Untuk lebih amannya lebih baik dilebihkan, mungkin sekitar 15 atau 20 juta ditabungan. Intinya mereka tidak ingin Kita kehabisan uang disana dan menyusahkan mereka.

Surat Keteragan Kerja

Surat ini berisi pernyataan bahwa Kita benar – benar bekerja di perusahaan dan akan kembali lagi ketika masa kunjungan selesai. Nama perusahaan yang mengeluarkan surat keterangan kerja harus sama dengan nama perusahaan yang tertera di formulir aplikasi schengen. Beberapa kedutaan bahkan sampai memverifikasi ke nomor perusahaan yang bersangkutan. Surat keterangan kerja bisa diperoleh di HRD perusahaan. Jika bukan karyawan melainkan pemiliki bisnis, surat ini diganti dengan fotocopy SIUP dan TDP.

Rencana Perjalanan (Itinerary)

Rencana perjalanan harus disusun sedemikian rupa dan dibuat dengan sangat detil. Mulai dari hari dan jam tanggal keberangkatan, hari dan jam aktivitas kemana aja dan dineagara mana saja harus tercatat. Termasuk apabila ada perjalanan malam yang dilakukan di malam hari. Jangan lupa juga menuliskan alamat dan nomor telepon akomodasi selama tinggal di Eropa serta transportasi apa saja yang akan digunakan untuk berpindah negara.

Bukti Reservasi (booking) Tiket Penerbangan

Bukti ini bisa diperoleh dari travel agent atau bisa di print sendiri melalui web apabila ticket yang dibeli menggunakan online travel yang statusnya belum confirmed. Bukti reservasi harus memiliki informasi hari, tanggal, rute,  maskapai, baik keberangkatan maupun kepulangan  dan apabila memungkinkan harus ada kode boking penerbangan. Jika nanti visa Schengen sudah keluar baru tiket tersebut dibayarkan. Tapi Jika beli tiket promo di acara travel fair yang ticketnya sudah fix dan biasanya tidak bisa di refund, maka pastikan bahwa semua persyaratan visa Schengen terpenuhi jika tidak ingin visa ditolak  dan tiket jadi hangus.

Bukti Reservasi (booking) Akomodasi / Hotel

Ini dokumen yang paling fleksibel karena saat ini banyak penyedia saja reservasi hotel online yang bisa digunakan. Seperti booking.com, hotels.com, expedia.com atau agoda.com. Booking.com banyak pilihan akomodasi dan ada beberapa akomodasi yang punya opsi dibatalkan tanpa dikenakan biaya atau free cancellation. Tapi harus hati – hati, perhatikan dengan detil semua term and condition yang ada termasuk free cancellation sampai H – berapa dari tanggal menginap.  Bukti print out dari reservasi akomodasi di situs online disertakan dalam pengajuan aplikasi. Masalah lain adalah jika kedutaan tersebut menolak bukti reservasi dan mensyaratkan bukti pemesanan hotel asli dari hotel. Kalau ini terjadi mau tidak mau harus menghubungi pihak hotel, reservasi dan melakukan pembayaran dan coba negosiasi dengan pihak hotel agar bisa dibatalkan tanpa dikenakan biaya bila ternyata visa ditolak nantinya. Tapi overall untuk kedutaan Prancis kemarin tidak ada masalah, jadi jangan terlalu dikhwatirkan.

Tips :

  1. Pastikan formulir di isi dengan benar dan jujur jangan ada yang mengada – ada.
  2. Pastikan uang ditabungan cukup terutama saldo 3 bulan terakhir.
  3. Pastikan semua persyaratan dokumen di lengkapi dan benar adanya, jangan dimanipulasi.
  4. Yang lewat jalur undangan (calling visa) pastikan jelas siapa yang mengundang dan keperluannya apa, jika tidak jelas maka siap-siap ditolak. Kalau yang undang statusnya masih pacar atau teman lebih baik dihindari.
  5. Pilih negara pertama kali datang atau yang paling lama ditinggali.
  6. Pastikan bawa uang pada saat pengajuan aplikasi.
  7. Pastikan sudah mandi dan berpakaian rapi untuk pengambilan biometrik. 🙂
  8. Yang sudah menikah biasanya lebih dimudahkan dibandingkan yang single, karena single biasanya diragukan kemampuan ekonominya apalagi kalau belum kerja dan statusnya mahasiswa, kalau udah begini maka supporting dana (orang tua) dokumennya harus kuat, seperti kk dan lain sebagainya.
  9. Buat jaga – jaga bawa semua dokumen asli kependudukan, KTP, KK, Akta Nikah dan buku tabungan.
  10. Banyak berdoa.

Selamat mencoba dan semoga sukses…

Jakarta, 5 Juli 2018.

Leave a reply