Sensasi Pasar Terapung Banjarmasin

Triphology (travel blogger) – Sebenarnya ini bukan kali pertama ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelumnya sudah beberapa kali, tapi ga kemana – mana. Kulineran cari makan di pinggir jalan atau paling jalan ke Duta Mall yang merupakan mall terbesar di Banjarmasin. Tapi entah kenapa kali ini merasa harus ke satu tempat, mulai deh ngumpulin informasi dari orang – orang Banjarmasin tempat yang menarik buat dikunjungi dan tercetuslah satu ide.. ke Pasar Terapung atau istilah kerennya “Floating Market”..  Loh kok pasar ? mungkin sesekali Kita harus merasakan sensasi Pasar Terapung Banjarmasin.

Pasar Terapung Banjarmasin sudah cukup terkenal sejak dulu, sempat menjadi ikon iklan salah satu televisi swasta tanah air. Pasar Terapung adalah pasar diatas sungai dimana penjual dan pembeli bertransaksi dari atas perahu. Penjual atau pembeli naik diatas perahunya masing – masing dan transaksi dilakukan dengan cara mendekatkan perahunya satu sama lain. 

Berbagai macam barang dijual di Pasar Apung, mulai dari sayur mayur, buah-buahan, Ikan, hingga panganan ringan seperti kue – kue dan kudapan sarapan seperti ketupat kandangan, soto banjar, Lupis dan sebagainya. Harga yang ditawarkan pun beragam, sama seperti pasar pada umumnya, tawar menawar menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Semakin pintar Kita menawar semakin murah harga yang Kita dapatkan. 

Dermaga Kapal Klotok

Pasar Terapung yang Saya kunjungi kali ini adalah Pasar terapung yang berada di Lok Baintan dan Kuin. Pasar Terapung Lok Baintan dan Kuin buka setiap hari pada Pukul 06.00 hingga Pukul 08.00, Karena itu Saya pun berangkat pagi – pagi sekali dari hotel. Untuk menuju lokasi kita harus naik perahu/kapal dari titik tertentu, Saya ambil lokasi keberangkatan dari Soto Banjar Bang Amat. Perjalanan naik perahu kayu atau biasa disebut Kapal klotok memakan waktu kurang lebih 40 menit, kapasitas setiap Kapal bisa mencapai 20 an orang. Kapal yang Saya naiki memiliki dek yang cukup nyaman di dalam Kapal. Didalamnya ada tikar/karpet dan bantal untuk tidur atau bersandar jangan mencari kursi disini karena semua penumpang duduk dengan lesehan. Bila ingin lebih bebas atau mau ber-akting seperti leonardo di caprio di Kapal Titanic, cobalah untuk naik di atap kapal, sensasinya akan berbeda. 

Morning….

 

Merah Merona

Sepanjang perjalanan Kita akan disuguhi pemandangan kehidupan tepi sungai Kalimantan, dan bila beruntung cuaca cukup cerah, pesona matahari terbit di ujung sungai menjadi hal yang sayang untuk dilewatkan. 

Pemandangan Tepi Sungai

Tidak lama Kapal tiba di lokasi. Kapal berhenti ditengah – tengah Sungai dan langsung diserbu oleh perahu para pedagang yang ada. Mereka mendekati Kapal untuk menjajakan barang dagangan mereka ke pengunjung yang berada di Kapal. 

Pasar Terapung

 

Perahu Klotok

Seporsi ketupat kandangan yang maknyuss pun masuk ke perut Saya… hmmm lumayan untuk isi perut di pagi hari, tak lupa membeli miniatur perahu pasar terapung sebagai buah tangan ke Jakarta. Jam sudah menunjukkan pukul 9 Pagi, Kami pun beranjak pergi dan kembali menuju lokasi pemberangkatan di Soto Banjar Bang Amat. Kalau ada yang masih lapar bisa menikmati Sajian Soto Banjar dan Sate Ayam ditemani dengan live music dendang melayu Kalimantan.

Okay,, berikut beberapa tips buat tripper yang mau ke Pasar Terapung Banjarmasin : 

1.  Bangun Pagi

Pasar Terapung cuma ada antara Jam 6 pagi sampai jam 8 pagi,, kalau beruntung bisa sampai Jam 9 Pagi. So.. coba untuk bangun pagi dan tiba maksimal sebelum Jam 6 di lokasi pemberangkatan Kapal. 

2. Naik Kapal Klotok

Pasar Terapung Lok Baintan dan Kuin hanya bisa dicapai dengan menggunakan Kapal Klotok dengan waktu tempuh 40 menit sd 1 Jam… tergantung Kapalnya ngebut apa gak..

3. Jangan lupa sediakan uang receh

Pasar Terapung bisa dibilang tempat jajan, oleh karena itu sediakan uang kecil/receh yang cukup supaya memudahkan transaksi biar jangan terlalu banyak kembalian,, salah – salah uangnya kecebur ke Sungai.. 

4. Coba naik perahu pedagang

Kalau mau ikut berkeliling pasar, coba naik perahu pedagang, misal makan ketupat kandangan dengan naik perahu pedagangnya. Umumnya pedagang hanya seorang diri dan menempati ujung perahu, jadi masih ada sisa tempat di ujung perahu satunya,, tapi hati – hati saat menaikinya,, dan ikuti instruksi dari pedagannya supaya perahu tidak terbalik.

5. Foto sepuasnya

Meski pasar, Kita akan mendapati banyak spot dan angle foto yang menarik untuk diambil. Puaskan untuk mengabadikan setiap moment yang ada… jangan lupa siapkan baterei yang cukup buat ponsel dan kamera kita. 

 

Leave a reply