Satu Hari Menikmati Keramahan Kota Cirebon

Triphology (travel blogger) – Cirebon menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dijelajahi.  Selain karena dekat dari Jakarta (hanya 3 jam saja dengan kereta api),  Kota ini juga menyimpan kekayaan budaya, kuliner dan tempat – tempat menarik yang menyenangkan untuk dijelajahi. Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa sisi bagian barat pulau Jawa itu sangat unik. Sisi tengah dan selatan cenderung mayoritas merupakan etnis sunda dan berbicara  dengan bahasa Sunda. Sedangkan masyarakat pantai utara di 3 titik yaitu Cirebon, Jakarta dan Serang menggunakan bahasa atau dialek Jawa Wetan / pesisir. Mungkin, hal ini terjadi karena faktor kesamaan leluhur dan nenek moyang yaitu Sunan Gunung Jati dan seluruh kerabatnya.

Kali ini Saya ingin membawa tripper untuk menjelajahi tempat – tempat menarik di kota udang. Buat yang ingin mencari alternatif liburan yang masih dekat dengan Jakarta, terjangkau dan beragam ? kota ini bisa menjadi salah satu destinasi favorit untuk single trip, backpacking atau mungkin liburan dengan keluarga tercinta.

Sumber : Google

Transportasi

Kota Cirebon bisa ditempuh dengan 3 alternatif pilihan, Kereta Api dari Stasiun Gambir atau Stasiun Pasar Senen Jakarta, Bus dari beberapa Terminal di Ibu kota dan tentu saja menggunakan kendaraan pribadi melalui akses tol Cipali. Waktu tempuh dengan kereta api sekitar 3 Jam sedangkan bus atau kendaraan pribadi membutuhkan waktu lebih lama bisa 4 – 5 Jam kondisi normal (tanpa macet).

Kereta Api :  Argo Jati, Cirebon Ekspress, Tegal Bahari, Tegal Ekspres dan semua kereta arah Jawa Tengah dan Timur akan berhenti di Stasiun Cirebon.

Bus : Sahabat, Sinar Jaya, Luragung, Dedi Jaya dan semua bus arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokasi keberangkatan tersebar di terminal – terminal Jabodetabek.

Keraton Kasepuhan

Ada 2 keraton yang sudah cukup dikenal luas, yaitu keraton kasepuhan dan keraton kanoman. Keraton kasepuhan merupakan keraton yang termegah dan dirawat dengan cukup baik.  Halaman depan terdapat tembok – tembok yang mengelilingi bagian dalam keraton dimana terdapat berbagai gedung dan pendopo di dalamnya.  Keraton ini didirikan sekitar abad ke 14 oleh pangeran Cakrabuana.

Didalam keraton terdapat pendopo, masjid dan bangunan museum yang menyimpan benda – benda bersejarah milik kesultanan Cirebon, termasuk salah satunya yang terkenal adalah kereta singa barong dan lukisan prabu siliwangi. Uniknya, dikarenakan teknik lukis tingkat tinggi, mata prabu siliwangi pada lukisan dapat mengikuti/melirik kemanapun posisi orang yang memandangnya berdiri.  Penjelasan lengkap tentang keraton kesepuhan dapat disimak di tautan ini.

Bagian Depan Keraton Kasepuhan

Lukisan Prabu Siliwangi

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid ini merupakan masjid tertua di kota Cirebon. Didirikan sekitar tahun 1480, oleh para Wali Songo. Masjid terletak di sisi alun – alun depan keraton kasepuhan. Masjid ini diarsiteki oleh Sunan Kalijaga atas penunjukkan dari Sunan Gunung Jati. Ada yang unik bila berkesempatan Shalat Jum’at di Masjid ini, yaitu adanya Azan Pitu atau Azan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh orang muazin dengan seragam serba putih. Legenda mencatat konon dahulu masjid ini memiliki kemuncak atap. Namun, saat azan ke pitu (tujuh) shalat subuh digelar kubah tersebut pindah ke Masjid Agung Banten yang sampai saat ini masih memiliki 2 kubah.

Pintu masjid ini sangat pendek bahkan untuk ukuran tubuh orang Indonesia. Sehingga untuk memasuki area dalam masjid harus membungkuk. Hal ini sebagai simbol filosofi bahwa manusia harus merendahkan  dirinya dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. Masjid Agung Sang Cipta Rasa dibangun dengan bahan utama Kayu Jati, aroma khas kayu dan kesan spiritual akan langsung terasa begitu memasuki area bagian dalam masjid. Di depan mihrab masjid terdapat ukiran berbentuk teratai buatan Sunan Kalijaga dan terdapat 3 buah ubin bertanda khusus sebagai perlambang tiga ajaran pokok agama, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Cirebon Waterland – Taman Ade Irma Suryani

Hampir disetiap kota di Indonesia memiliki yang namanya taman bermain air atau water park. Mulai dari kota besar hingga kota kecil  dan masing – masing tempat menawarkan suasana dan gaya yang berbeda untuk menarik minat pengunjung.  Di Cirebon sendiri ada beberapa wahana air, salah satunya adalah Cirebon Waterland  Ade Irma Suryani.

Terletak di Jl. Yos Sudarso No.1  Desa Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon.  Lokasi Cirebon Waterland persis berada beberapa ratus meter dari bibir pantai. Dari beberapa titik kita bisa melihat keindahan pantai utara Jawa dengan hembusan angin laut yang menyegarkan.

Masuk area wahana, kita dihadapkan oleh pemandangan banyaknya kolam renang dengan beraneka wahana permainan, mulai dari waterboom, air mancur, kolam arus dan banyak lagi yang lainnya. Di salah satu area wisata ada restaurant yang berbentuk perahu raksasa bertuliskan Cheng Ho (salah satu pelaut muslim terkenal dari negeri Tiongkok) yang menyajikan beraneka menu untuk menemani suasana kebersamaan dengan keluarga.

Ada dermaga yang bisa disusuri utuk menyaksikan panorama laut atau sekedar memuaskan hasrat untuk ber-selfie. Sunset di tempat ini juga cukup menarik untuk disaksikan. Untuk anak – anak juga disediakan playground dengan wahana bermain pasir putih didalamnya. Coba juga untuk datang pada malam hari, karena begitu malam tiba puluhan lampu hias dan efek cahaya yang dihasilkan menambah kesan romantisme tersendiri.

Ade Irma Suryani Water Land

Masjid Raya At Taqwa

Masjid yang terletak tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon ini didirikan pada tahun 1918 dan diresmikan penggunaanya pada tahun 1951. Ciri khas dari Masjid At Taqwa adalah menaranya yang menjulang tinggi dan gerbang dengan warna emas yang bertuliskan kaligrafi dua kalimat syahadat dibuat dari bahan GRC diatas batu granit asli yang didatangkan dari brasil.  Ada kolam air mancur di sisi kanan dan kiri depan bagian Masjid.  Lapangan luas membentang di depan Masjid dan kerap kali dipakai untuk upacara kemerdekaan dan kegiatan – kegiatan masyarakat lainnya.

Puas berwisata di empat destinasi tersebut ? ups nanti dulu. Masih ada destinasi kuliner yang akan memanjakan perut kita. Cirebon terkenal dengan rangkaian kuliner yang khas, ada Empal Gentong, Empal Asem, Sega Lengko, Nasi Jamblang, Tahu Gejrot dan banyak lagi yang lainnya.

Masjid Raya At Taqwa

Empal Gentong H. Apud

Banyak pilihan tempat makan empal gentong di kota Cirebon, salah satunya yang terkenal cukup ramai dan selalu bikin macet lalulintas adalah Empal Gentung H. Apud. Berlokasi di Jl. Raya Ir. H. Djuanda No. 24, Empal Gentong H. Apud menawarkan sensasi rasa empal gentong yang sangat menggugah selera. Mulai dari kuah hingga potongan daging semua bercampur dengan baik di lidah kita. Serbuk cabe sebagai topping tambahan bagi penyuka pedas juga harus dicoba untuk menambahkan rasa pedas yang khas. Selain Empal, Restoran H. Apud juga meyediakan sate kambing, Sega lengko dan beberapa menu khas lainnya.

Untuk Harga seporsi empal gentong bisa ditebus dengan harga Rp 23.000. Harga yang cukup sepadan dengan kelezatan rasa yang ditawarkan.

Empal Gentong H. Apud

Sega Lengko H. Barno

Sega Lengko atau Nasi Lengko adalah panganan khas yang cukup terkenal di Cirebon. Nasi Lengko adalah Nasi yang dicampur dengan aneka sayuran dan lauk pauk seperti irisan ketimun, taouge, bawang goreng, irisan tempe dan tahu yang kemudian disiram dengan bumbu kacang. Berlokasi di Jl. Pagongan Cirebon, Nasi Lengko H. Barno sudah melayani pelanggan setianya sejak tahun 1968.

Menikmati Nasi lengko di tempat ini kurang lengkap rasanya bila tidak ditambahkan dengan seporsi sate kambing. Sate kambing di tempat ini memiliki tekstur daging yang empuk dan tidak bau prengus kambing. Daging kambing yang dipilih sebagai bahan untuk sate kambing ini adalah daging yang berasal dari kambing yang berusia dibawah 1 tahun.

Seporsi Empal Gentong bisa dengan harga Rp 7.000,-  sedangkan 10 tusuk sate kambing dihargai Rp 20.000,-  cukup murah bukan ?

Nasi Lengko dan Sate Kambing

 

Nasi Jamblang Bu Nur

Saya masih ingat pertama kali makan ditempat ini, lokasi warung masih kaki lima pinggir jalan dengan tempat duduk kursi kayu panjang seadanya. Tapi sekarang, sudah berganti menjadi gedung permanen 2 lantai dengan tempat duduk yang lebih manusiawi :), buat Saya itu luar biasa.  Nasi Jamblang Bu Nur terletak di Jl. Cangkring II No. 34, tidak jauh dari Grage Mall.

Tempat ini sejak dulu hingga saat ini selalu ramai pengunjung. Kita harus antri untuk dapat menikmati Nasi Jamblang, terutama saat jam – jam tertentu seperti jam makan siang atau di sore menjelang malam.  Nasi Jamblang adalah sajian nasi dengan lauk pauk dan sayur yang dapat kita pilih, yang disajikan diatas piring beralaskan daun pohon jati. Daun pohon jati membuat aroma sajian menjadi khas.

Untuk lauk pauk yang disajikan cukup beraneka ragam, mulai dari cumi atau blakutak, otak sapi goreng, perkedel kentang, sate kentang (ini makanan masa kecil Saya), aneka pepes dan masih banyak lagi yang lainnya. apapun pilihan makanannya akan sangat nikmat bila ditutup dengan segelas teh tawar hangat. Dan jangan lupa untuk rasakan sambel goreng khas kota Cirebon. maknyusss…

Nasi Jamblang Bu Nur

BT BATIK TRUSMI

Sudah berwisata dan sudah makan, tak lengkap rasanya bila tidak membawa buah tangan untuk sahabat dan kerabat di rumah.  Oleh – oleh Khas kota Cirebon dapat ditemui di sepanjang jalan Siliwangi hingga Jalan Karanggetas. Untuk yang murah meriah bisa ditemui di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda hingga arah Palimanan.  Atau  jika ingin ke satu tempat dan sudah memperoleh semua yang dibutuhkan dengan suasana yang nyaman berbelanja seperti di Mall, bisa coba untuk mengunjungi Batik Trusmi.

Berlokasi di Jl. Raya Trusmi Kulon No. 148 Cirebon, BT Batik Trusmi menawarkan sensasi berbelanja oleh – oleh khas Cirebon dengan suasana dan kenyamanan seperti berbelanja di Mall. Mulai dari tata ruangan, konsep, hingga fasilitas benar – benar dipikirkan dengan baik untuk memanjakan konsumen setianya. Tidak hanya menawarkan batik khas cirebon seperti mega mendung dan sebagainya, BT Batik Trusmi juga menyediakan oleh – oleh makanan khas Cirebon yang sangat lengkap dengan harga cukup variatif dan kompetitif. Harga Batik mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah untuk motif batik tulis.

Di area tempat wisata tersedia parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda empat hingga bus wisata. Di area parkir juga terdapat pendopo yang pada beberapa waktu tertentu menyelenggarakan pertunjukan dan kelas tari bagi para pengunjung. hmm cukup menarik bukan ? istilah kerennya di Batik Trusmi kita menikmati sensasi One Stop Shopping ala – ala Mall di Jakarta.

BT Batik Trusmi

Leave a reply