Kawasan Cibatok – Bogor, Destinasi Menarik Yang Terlupakan

Triphology (Travel Blogger) – Setiap kali orang bicara jalan – jalan ke Bogor, pasti yang terpikirkan pertama kali adalah ke puncak dan sekitarnya. Seperti sudah otomatis kerekam dalam pikiran kalau ke bogor yaa ke puncak.  Jadi tidak heran kalau musim liburan sudah bisa dipastikan jalur puncak pasti macet luar biasa. Bukan lagi hitungan jam tapi bisa belasan jam. Saya sendiri pernah merasakan perjalanan 16 jam untuk sampai puncak dari Jakarta. Mungkin lagi apes, berada di hari, waktu dan situasi yang salah.

 

Istana Bogor

 

Kawasan puncak sudah mendominasi peta wisata Bogor sejak puluhan tahun lalu. Popularitas kawasan ini seakan hampir menutupi popularitas destinasi lainnya yang sebenarnya tidak kalah menarik. Sebut saja kawasan gunung pancar sentul atau kawasan Desa Cibatok – Gunung Bunder yang sering kali disebut sebagai kawasan puncak 2. Tidak banyak yang tahu jika sebenarnya kawasan yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini menyimpan daya tarik yang tidak kalah dengan kawasan puncak.

 

Tugu Kujang

 

Kawasan Cibatok bisa diakses dari 2 pintu masuk dari jalur jalan raya Leuwiliang, pintu masuk arah Jl. Gunung Bunder dan pintu masuk arah Jl. Raya Gunung Salak Endah. Untuk pintu masuk yang pertama melewati hutan pinus dan kontur jalan cenderung tidak rata (jalan agak rusak), sedangkan jalur pintu masuk kedua akses jalan lebih mulus. Mana jalur yang paling bagus sebenarnya tergantung mau kemana tujuan utamanya.  Antara jalur 1 dan 2 terhubung satu sama lain, sehingga jalan manapun yang diambil untuk masuk bisa keluar dari jalan yang satunya atau kembali ke pintu masuk semula.

Tempat Menarik

Ok, let’s start,, kita mulai dari destinasi menarik yang bisa dikunjungi. Mayoritas tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah curug, camping ground dan sebagainya. Untuk obyek wisata yang mirip Taman Matahari, Taman Bunga atau Taman Safari jelas tidak ada di sini. Obyek wisata yang ada disini lebih banyak yang bersentuhan dengan aktivitas outdoor.  Beberapa pengelola villa atau wisma menyediakan juga sarana bermain untuk anak tapi jumlahnya tidak significant dan umumnya hanya wahana standart. Tapi buat yang mau cari keseruan bermain di alam yang masih cukup alami bersama keluarga, kawasan ini layak untuk dijadikan pilihan.

Kita urutkan dari lokasi wisata dari akses pintu masuk 2 hingga ke akses pintu masuk 1.

Air Panas Ciparay

Setelah masuk dari gerbang kawasan, destinasi yang pertama kali dijumpai adalah pemandian air panas Ciparay. Letaknya berada di sisi kanan jalan utama, masuk kedalam mengikuti jalan hingga berakhir di pos masuk. Lokasi pos masuk merupakan lokasi akhir untuk parkir kendaraan baik motor maupun mobil. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter menuruni anak tangga hingga menuju bibir sungai. Lokasi pemandian air panas berada di sisi sungai. Berhati – hati ketika musim hujan, hindari mandi atau bermain – main di sungai karena air bah dapat tiba sewaktu – waktu.

Untuk fasilitas cukup memadai, ada kolam untuk dewasa dan anak – anak, penjaja makanan dan minuman serta tak ketinggalan penginapan bagi pengunjung yang ingin bermalam. Untuk harga tiket masuk berkisar Rp 4.000 / orang, sewa saung antara Rp 30.000 sd Rp 50.000 dan untuk menginap berkisar Rp 100 – 300 ribu per malamnya. Buat yang mau cari ketenangan dan refreshing dengan suara gemericik air sungai, tempat ini bisa jadi pilihan.

Air Panas Ciparay

Curug Cigamea

Curug ini mungkin paling terkenal diantara yang lain, lokasinya tidak jauh dari akses masuk dari pintu 2. Untuk menuju ke lokasi curug, pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 500 meter melewati puluhan anak tangga.  Salah satu hal yang menarik ditempat ini adalah banyak dijumpai monyet – monyet liar di sepanjang perjalanan. Tidak perlu khawatir, meski liar, umumnya mereka tidak menggangu pengunjung, berbeda dengan monyet – monyet yang ada di bali (misalnya).

Pintu Masuk

Pemandangan keindahan Curug Cigamea sudah nampak tidak lama setelah menyusuri tangga. Udara yang cukup dingin di wilayah ini ditambah suara gemuruh air terjun dan arus sungai membawa susana yang menentramkan. Tepat dibawah air terjun ada area tempat sekedar berendam bermain air atau foto selfie dengan latar belakang keindahan air terjun, tapi tetap harus hati – hati akan kemungkinan arus bawah, terutama di musim penghujan dimana debit air sungai biasanya cukup deras.

Curug Cigamea

Jangan khawatir kelaparan, karena di pintu masuk banyak terdapat warung – warung makan sederhana untuk sekedar beli nasi rames atau makan mie rebus. Di dekat area air terjun juga pedagang jajanan, kalau mau ngemil santai sambil menikmati suasana alam. Jika ke Curug ini sebaiknya hindari musim liburan, karena akan sangat penuh sesak oleh pengunjung. Alih – alih mau liburan justru yang ada malah stress.

Tempat Makan

Curug Ngumpet 1 dan 2

Kedua curug ini kerap disebut curug kembar, meski tidak berada di lokasi yang sama tapi masih berdekatan. Bila dari arah Curug Cigamea maka gerbang curug Ngumpet 2 atau biasa dikenal juga dengan curug Kondang akan tampak lebih dulu. Ukuran curug ini tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan curug – curug lain yang ada di kawasan ini. Ketinggian curug Ngumpet 2 berkisar antara 15 – 20 meter. atau hampir setengah dari ketinggian curug Cigamea.

Suasana di curug Ngumpet tidak kalah bila dibandingan dengan yang lain, tenang dan damai. Karena kalah pamor dengan Cigamea atau curug lainnya, curug Ngumpet kurang diminati pengunjung. Pas-lah buat yang ingin cari suasana lebih tenang dan sunyi.

Curug Ngumpet 1

Untuk mencapai lokasi jauh lebih mudah. Dari lokasi parkir cukup berjalan kurang lebih 10 menit menyusuri jalan setapak dan beberapa anak tangga. Bila dibandingan dengan curug Cigamea, akses jalan jauh lebih landai dan rata.

Tidak jauh dari gerbang parkir curug Ngumpet 2, kurang lebih 200 meter adalah gerbang saudara kembarnya curug Ngumpet 1. Bisa dikatakan ini salah satu curug yang paling mudah di tuju karena lokasinya yang persis tidak jauh dari jalan raya. Hanya butuh jalan kaki kurang dari 5 menit maka sudah tersaji keindahan sang kembar. Cobalah datang lebih pagi ke area ini dan nikmati berfoto ria dengan suasana pagi yang dingin dan menyegarkan mata. Mau camping bersama keluarga ? lokasi ini menjadi pilihan menarik, cobalah untuk ambil cuti dan camping di hari kerja,, lokasi air terjun serasa miliki sendiri.

Tidak perlu khawatir urusan perut, banyak warung makan atau sekedar cari cemilan yang bertebaran sepanjang jalan kawasan ini.

Curug Ngumpet 2

Curug Pangeran

Tidak ada kata yang dapat mewakilkan keindahan suasana curug Pangeran. Curugnya tidak terlalu besar dan tinggi, tapi kolamnya dan aliran sungainya benar – benar memanjakan untuk bermain air dan seru – seruan berfoto ria. Banyak spot menarik dan sayang untuk dilewatkan, Airnya jernih dan tampak kehijauan karena refleksi keasrian lingkungan sekitar.

Lokasi sang Pangeran tidak jauh dari kawasan curug Ngumpet 2. Dari area parkir cukup berjalan kurang lebih 500 meter untuk mencapai lokasi curug. Cukup jauh ? tenang saja, semua terbayar dengan pemandangan sepanjang perjalanan.

Selain banyak spot foto di air terjun, area ini juga memilki gardu pandang yang bisa jadi lokasi spot foto yang sedang tren saat ini. Foto seolah – olah berada diatas ketinggian. Untuk harga tiket masih murah meriah dan tidak akan menguras kantong. Cukup 3.000 untuk tiket masuk dan 10.000 untuk parkir.

Curug Pangeran

Sama seperti yang lainnya, pengunjung dapat camping dan bermalam diarea ini. Tidak bawa peralatan ? ada tempat penyewaan tenda dan perlengkapan camping juga disini. Kalau mau sedikit santai dan tidak mau repot bisa sewa gubuk sederhana yang ada disekitar.

Curug Sewu

Ini adalah masterpiece dari seluruh destinasi di kawasan gunung bunder. Air terjun cantik dengan ketinggian 100 meter dengan pemandangan alam yang luar biasa.  No Pain No Gain, istilah ini cocok untuk mewakili perjuangan untuk menuju lokasi. Ada pengorbanan yang harus diberikan untuk dapat menikmati keindahan air terjun ini.

Pengunjung harus melalui medan jalan yang cukup jauh dan terjal plus suasana mendebarkan karena harus melewati tepian jurang tinggi. Sepanjang perjalanan disuguhi berbagai macam trek jalan mendaki dan menurun, mulai dari bebatuan hingga tanah lempung berlumpur. Jangan terlalu dipikirkan jauhnya perjalanan, karena hanya akan membuat kita menyerah dan kembali ke titik awal. Nikmati saja setiap pemandangan yang tersaji, karena perlahan tapi pasti akan terdengar gemericik air yang memotivasi untuk terus melangkah.

Curug Sewu

Sebelum tiba di Curug sewu akan melewati curug sawer, sebuah curug kecil namun indah. Kita bisa beristirahat disini sebelum melanjutkan perjalanan. Sekedar membasuh kaki dan membasuh tenggorakan ditengah perjalanan yang melelahkan.

Tidak berapa lama dari Curug sawer, hamparan keindahan curug sewu pun tersaji. Sebuah mahakarya sang pencipta, air terjun setinggi 100 meter dengan kumpulan beberapa air terjun kecil. Bebatuan besar berwarna merah dan rimbunnya pepohonan melepaskan kepenataan dan membayar penuh perjuangan selama perjalanan menuju lokasi.

Finally

So, jangan terpaku sama puncak saja buat liburan ke kota Bogor. Masih banyak destinasi wisata menarik yang bisa dijelajahi dan dijadikan opsi ketika jalur puncak sedang ramai karena musim liburan atau karena macet parah.

Untuk akses dari Jakarta bisa lewat Tol Jagorawi dan keluar Sentul Selatan atau bila tidak ingin lewat Tol bisa melewati Jalan Raya Parung dan Potong jalan lewat Telaga Kahuripan untuk menghindari macet di area kampus IPB.

Selamat Berwisata : )

#Kalau suka artikel ini, silahkan di share, like dan ikuti semua catatan perjalanan Saya di Instagram or Facebook. Salam Travelling.

Leave a reply