Jelajah “Truly Asia” – nya Kuala Lumpur

Triphology (travel blogger) – Malaysia punya jargon wisata yang cukup terkenal “Malaysia Truly Asia”. Sempat mikir juga sih, kayak biasa nih Malaysia, klaim sepihak ngaku-ngaku paling asia. Sampai ada kesempatan beberapa kali ke Kuala Lumpur pada akhirnya terjawab. Di Kuala Lumpur ada berbagai macam etnis Asia,, etnis asia ya, bukan suku-suku bangsa melayu asli Malaysia. Sebut saja Melayu, China, Arab, Bangladesh, Pakistan, India, Thailand, Myamar dan lain – lain. Mereka tinggal dan menetap di Malaysia sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu.

Jangan heran jika menemukan orang malaysia yang nenek atau kakeknya orang Sumatera, Kalimantan atau bahkan Jawa dan itu sangat banyak. P Ramlee artis legendaris Malaysia pun ayah-nya berasal dari Aceh dan huruf “P” yang ada di depan namanya merupakan kependekan dari Puteh. So, dengan kondisi demikian pada akhirnya sangat masuk akal bila Malaysia mengatakan Truly Asia karena begitu banyaknya bangsa Asia yang tinggal di Malaysia.

KLIA 2

Ke Malaysia adalah perjalanan ke luar negeri pertama saya. Paspor masih kosong dan masih sedikit norak. hmm mau ke luar negeri bahagianyaa (dalam benak saya). Baik pertama kali ke Malaysia maupun pada akhirnya kerap bolak balik ke Malaysia / Kuala Lumpur sebenarnya tidak pernah dalam kondisi liburan tapi karena memang ada tugas pekerjaan di sana. Jadi sambil menyelam minum air (semoga gak kembung). Apa yang bisa Saya rangkum dalam seluruh perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia ? Saya akan bagi disini.

Transportasi

Cukup banyak pilihan maskapai penerbangan untuk ke Kuala Lumpur, diantaranya Air Asia, Malaysia Airlines, Garuda, Lion, Batik Air dan lain – lain. Harganya pun sangat variatif, bahkan terkadang jauh lebih murah bila dibandingkan tiket pesawat ke Bali atau ke Lombok. Penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur di tempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 Jam. Saya sendiri lebih sering naik Air Asia atau Lion Air di pagi hari, Saya tiba di Kuala Lumpur International Airport – KLIA 1 sekitar jam 9 atau Jam 10 pagi waktu setempat. Dulu Air Asia masih mendarat di KLIA 1 sebelum akhirnya 2 tahun belakangan sudah berpindah ke airport baru KLIA 2.  Bandara KLIA 1 saat ini diperuntukkan untuk maskapai non low cost carrier sedangkan KLIA 2 untuk maskapai low cost carrier. Setibanya di Bandara karena urusan kerja biasanya naik taksi langsung ke lokasi pekerjaan di wilayah Kajang, Selangor.

KLIA Ekpress

Untuk yang mau liburan, dari bandara ada beberapa alternatif yang bisa dipilih yaitu :

  • Bus  : KLIA – KL Sentral (KL Sentral merupakan stasiun pusat untuk Bus / MRT / LRT) dari KL sentral Kita dapat mengakses kemana pun tujuan kita ke seluruh wilayah Malaysia.
  • Kereta Api Bandara : KLIA Ekspress / KLIA Transit. KLIA Ekspres kereta non stop langsung ke KL Sentral, sedangkan KLIA Transit ada pemberhentian di beberapa stasiun.
  • Taksi : Taksi umum atau Eksekutif banyak pilihan.

Lalu pilih mana ? itu tergantung budget, selera dan kebutuhan. Kalau cari murah tentu saja dengan bus, kedua dengan kereta api dan ketiga dengan taksi. Kalau mau cepat dan nyaman tentu saja dengan KLIA Ekspress. Terakhir kali naik KLIA Ekpress harganya sekitar 60 RM. Hati – hati juga ketika menggunakan taksi di malaysia, pastikan dulu pakai argo atau tidak, umumnya tawar menawar dilakukan sebelum naik taksi. Tapi kalau di Bandara sudah harga fix dan itu cukup mahal untuk perjalanan ke Kuala Lumpur. Bukan bermaksud rasis, kalau supir taksinya orang India kerap kali memasang harga diluar kewajaran alias “diketok” (Saya pernah jadi korban beberapa kali).

Pangkalan Taksi Putra Jaya

Suasana Bus di KL

SIM Card

Untuk alat komunikasi, Kita bisa menggunakan roaming paket dari provider Indonesia, atau ganti SIM Card Malaysia seperti Digi, Maxis atau Celcom. Ada paket internet yang bisa kita pilih berdasarkan jumlah hari menetap, Saya sudah pernah menggunakan 3 provider tersebut dan menurut Saya Digi sedikit lebih baik dari sisi jaringan. SIM card bisa dibeli di counter yang ada di bandara dengan harga 25 – 40 RM untuk paket internet 5 hari, setiap provider memberikan paket dan harga yang berbeda – beda.

Provider di Malaysia

KL Sentral

KL Sentral merupakan stasiun/terminal transportasi pusat di Kuala Lumpur. Ini adalah Hub bagi seluruh transportasi dari dan menuju ke Kuala Lumpur. So, if You lost or something cukup cari KL Sentral.

Bila tiba di KL Sentral siang hari Saya sarankan untuk check in dulu ke hotel baru keliling Kuala Lumpur. Kalau tiba di pagi hari bisa titip barang bawaan di Loker Coin yang tersedia di KL Sentral, harga bervariasi tergantung besarnya loker. Fasilitas di KL Sentral sangat lengkap mulai dari tempat belanja, money changer hingga restoran siap saji ada disini.

KL Sentral terbagi atas beberapa gate, untuk KLIA Ekpres/Transit, LRT dan gate untuk MRT. Peta jalur kereta bisa dilihat disekitar gate. Pastikan tujuan dan menggunakan kereta apa sebelum masuk ke dalam gate. Tiket kereta bisa dibeli di counter ticket atau menggunakan mesin tiket. Siapkan ringgit yang cukup untuk beli tiket, jangan sia-siakan uang koin ringgit karena berharga untuk naik kereta.

Pastikan pecahan uang yang digunakan sesuai dengan yang ada di mesin, karena ada uang edisi lama dan yang baru. Gambar uangnya sama saja tapi kualitas kertasnya berbeda. Saya sarankan membawa dompet kecil untuk meletakkan uang koin. Untuk urusan public transportation, sorry to say Saya harus angkat topi dengan Malaysia. Sangat rapi dan direncanakan dengan cukup baik, ini yang buat Saya so jealous, kenapa Jakarta belum bisa seperti ini.

Destination

So, destinasi apa saja yang Bisa dikunjungi di Kuala Lumpur ? banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi dan kesemuanya bisa ditempuh dengan menggunakan LRT dan MRT. Menarik bukan ?

Putra Jaya

Putra Jaya adalah suatu kawasan yang merupakan pusat administrasi Malaysia yang baru menggantikan Kuala Lumpur. Berdiri pada tanggal 19 Oktober 1995, nama Putra Jaya diambil dari nama perdana menteri Malaysia yang pertama, Tunku Abdul Rahman Putra. Wilayah Putra Jaya saat ini mengambil dari wilayah Selangor kurang lebih seluas 46 km2.

Masjid Putra Jaya

Karena merupakan administrasi negara, sebagian besar landmark merupakan bangunan pemerintahan. Mulai dari Istana Perdana Menteri sampai kantor Imigrasi dan Kementeriaan pun ada disini. Dataran Kemerdekaan Putrajaya juga sering dijadikan pusat perayaan tahun baru setiap tahunnya selain Dataran Merdeka yang ada di Kuala Lumpur.

Mahkamah Pengadilan Putra Jaya

Petronas Tower

Kalau ini pasti udah tau semua, Menara Kembar Petronas. Bangunan yang merupakan icon dari Kuala Lumpur selain KL Tower yang sudah lebih dulu terkenal. Menara Petronas sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia sebelum dikalahkan oleh Taipe 101 dan Burj al Khalifah di Dubai. Meski begitu dari Kategori pencakar langit kembar, menara Petronas masih merupakan bangunan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad 20.

Petronas Tower

Menara Petronas selain difungsikan sebagai perkantoran, pada bagian bawahnya terdapat Mall KLCC. Di bagian depan taman cukup luas untuk menggambil gambar petronas dari bawah dan dibagian belakang terdapat taman air mancur yang setiap malam menampilkan atraksi air mancur menari di iringi lagu klasik. Biasanya pengunjung menghabiskan waktu di taman belakang setelah puas berfoto-foto dibagian depan Menara Petronas.

Petronas Tower

Di dalam Mall terdapat pertokoan barang – barang branded, selain itu ada wisata aquarium (seperti sea world) dan museum sains di lantai paling atas. Jangan lupa untuk mampir di food court lantai 3 dan 5 yang menyajikan aneka makanan lezat dengan harga cukup bersahabat (tergantung makannya sih).

Dataran Merdeka

Dataran/lapangan Merdeka adalah lapangan yang berada di depan bangunan Sultan Abdul Samad. Sejarahnya, ditempat ini bendera Inggris dan Bendera Malaysia dikibarkan untuk pertama kalinya pada tengah malam tanggal 31 Agustus 1957. Sejak saat itu Dataran Merdeka jadi tempat dirayakannya parade hari kemerdekaan Malaysia. Dataran Merdeka juga kerap jadi sentra perayaan Tahun Baru di Kuala Lumpur.

Dataran Merdeka

Masjid Jamek Kuala Lumpur

Masjid Jamek merupakan masjid tertua di Kuala Lumpur. Masjid bergaya Moor ini dibangun oleh pedagang-pedagang Islam yang berasal dari India di persimpangan Sungai Klang dan Sungai Gombak. Pada zaman penjajahan Inggris. Masjid ini terletak dekat dengan Dataran Merdeka dan stasiun LRT Putra. Masjid ini di desain oleh Arthur Benison Hubback dan dibuka resmi oleh Sultan Selangor pada tahun 1909.

Masjid Jamek

Pasar Seni / Central Market

Ini salah satu tempat beli oleh-oleh dan souvenir di Kuala Lumpur, meski harganya gak semurah di petaling street. Barang – barang di Pasar Seni sedikit lebih baik kualitasnya dibanding yang ada di petaling street. Yaa ada rupa ada harga. Lokasi pasar seni tidak jauh dari stasiun LRT Pasar Seni. Dulunya dikenal sebagai Pasar Besar Kuala Lumpur yang menjual sayuran, daging, ikan dan lain-lain.  Setelah direnovasi pada tahun 1985, Pasar Seni difokuskan sebagai pasar untuk menjual kerajinan tangan dan souvenir khas Malaysia. Selain dibagian dalam, ada juga penjual yang berada di bagian luar Pasar Seni, mirip kaki lima di Jakarta.

Pasar Seni

Petaling Street

Petaling Street atau Jalan Petaling ini glodoknya Kuala Lumpur alias Pecinan. Selama bertahun – tahun jalan petaling telah menjadi sentra bisnis dan pelestarian budaya masyarakat tionghoa di Malaysia. Petaling Street akan ramai pada sore hari hingga malam, banyak penjual barang dan makanan di sepanjang jalan dengan harga borongan euy… murah meriah dan jangan lupa tetap tawar. Lokasinya sekitar 400 meter dari Pasar Seni. Kalau sudah dari Pasar Seni, tinggal jalan kaki aja kesini.

Petaling Street

Bukit Bintang

Merupakan pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur (hmm mirip Blok M di Jakarta kali ya). Bukit Bintang atau Bintang Walk atau Star Hill berada di Jalan Bukit Bintang. Disini tempatnya barang-barang branded, kafe, bar, dan kehidupan malam Kuala Lumpur. Kalau capek jalan, jangan khawatir, banyak tempat massage khas Thailand sepanjang jalan. kawasan ini juga jadi sentra perayaan malam tahun baru di Kuala Lumpur. Terakhir ke Bukit Bintang sedang ada pembangunan renovasi Jalan layang LRT, mungkin sekarang sudah rapih.

Bukit Bintang

Selain tempat – tempat diatas sebenarnya masih banyak lagi tempat menarik di Kuala Lumpur yang bisa dikunjungi. Belum termasuk yang berada di luar kota Kuala Lumpur seperti Batu Caves, Sepang dan tentu saja Genting Highland.

MRT di KL

Berapa budget ke KL ? yang jelas cukup murah dari sisi tiket pesawat dan biaya hidup mengingat nilai makanan sebenarnya sama saja antara Indonesia dan Malaysia. So, gak ada salahnya memasukkan Kuala Lumpur dalam list liburan, siapkan paspor tanpa perlu urus visa. Langsung berangkat.

Leave a reply