HP Yang Menemani Petualangan Sepanjang Hidup

Triphology (travel blogger) – Telepon selular saat ini mungkin menjadi salah satu barang paling berharga bagi banyak orang. Sehari gak pegang cellphone atau handphone (HP) itu rasanya seperti ada yang hilang. Apalagi setelah era smartphone dan internet berkembang, HP benar – benar menjadi benda yang gak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Pulsa dan kuota sudah menjadi kebutuhan pokok. Kalau dulu kebutuhan pokok ada sandang, pangan, papan, sekarang jadi 4 sandang, pangan, papan, pulsa.

HP memiliki peran yang gak kecil buat kehidupan seseorang, meski pada akhirnya baik atau buruk pengaruh hp bagi kehidupan sangat bergantung pada si pemakai-nya. Man behind the gun. Ada yang bilang HP mampu mendekatkan yang jauh tapi disisi lain juga menjauhkan yang dekat. Gak Jarang HP juga jadi sumber bencana dan malapetaka, mulai dari kecelakaan hingga terlibat dalam tindakan kriminal entah sengaja atau gak. Kebijaksanaan seseorang dalam memperlakukan HP pada akhirnya yang menentukan sejauh mana itu berdampak positif bagi kehidupannya.

So, ngomong – ngomong soal HP, masih ingat HP pertama yang dimiliki ?

 

HP Pertama : Sony Ericsson T100

Pertama kali punya HP tahun 2004, Sony Ericsson T100 second yang dibeli seharga 550 ribu dengan uang THR pertama. Sangat memorable karena untuk pertama kali punya HP dan itu dibeli dengan hasil keringat sendiri. HP ini sudah lumayan bagus saat itu, dengan bodynya yang kecil, tipis dan ringan. TIdak ada anthena dibagian atas body dan layarnya sudah menampilkan General User Interface (GUI) yang tertata rapi dan mudah digunakan (setidaknya buat Saya). Meski masih monochrome dan belum polyphonic tapi sudah cukup bagus dibandingkan Samsung atau Nokia yang pada saat itu masih mengandalkan varian-varian dengan anthena diatasnya.

SE T100

Sony Ericsson K500i

Cukup lama pakai Sony Ericsson T100 sampai pada akhirnya berganti pakai Sony Ericsson K500i pada akhir tahun 2005. Lompatan yang cukup jauh saat itu. SE K500i ditebus dengan harga 2 juta rupiah, hasil dari kredit HP sama tetangga. SE K500i merupakan HP cukup bisa dikategorikan flagship dizamannya. Display sudah TFT 65K / 1,9 Inch, Memory 12 MB, Kamera VGA dan sudah pakai Java seri MIDP 2.0 yang cukup menjalankan game-game bagus. Sayangnya tidak berjodoh dengan HP ini, baru 3 bulan punya harus hilang dicopet orang didalam angkot. Kejadian paling bikin nyesek waktu itu, gimana gak nyesek kalau cicilan belum lunas HP sudah hilang. Butuh waktu lama buat ilangin trauma pakai HP ini dan sementara kembali pakai SE T100.

SE K500i

Sony Ericsson K700

Alhamdulillah beberapa bulan setelah kejadian itu (Maret 2006) dapat rizki lagi buat bisa beli HP baru, kali ini gak kredit tapi bisa beli cash (ciee yang cash) meski barangnya barang BM (Black Market / garansi distributor) sama teman. Lagi-lagi gak bisa berpindah ke lain hati pilihan jatuh ke Sony Ericsson K700i yang ditebus dengan harga 1,7 Juta. Secara spesifikasi tidak jauh berbeda dengan K500i. Perbedaan yang paling mencolok HP ini sudah punya fungsi video MPEG4 dan memory-nya sampai 41 MB, ini sudah cukup besar dimasanya. Gak kebayang kalau dulu memory HP 41 MB udah gede banget sekarang HP bisa 128 GB alias 128000 MB.

SE K700

Palm Treo 750v

Tahun 2006 sebenarnya era smarphone sudah dimulai dengan lahirnya perangkat PDA atau Personal Digital Assistant macam O2, Vodafone dan Palm tapi harganya masih selangit. Meski harganya masih selangit bukan berarti gak pernah punya mimpi buat bisa beli PDA. Kalau ada usaha suatu saat pasti bisa punya dan mimpi itu terwujud tahun 2008. Palm Treo 750v jadi HP dan PDA pertama yang pernah dimiliki. Palm Treo 750v second ditebus dengan harga 2 juta disalah satu toko PDA di Pusat Grosir Cililitan (PGC). Perangkat ini merupakan salah satu yang sudah memiliki push email saat itu. Display 65 K TFT, mini-SIM, tombol Qwerty, OS Microsoft Windows 5.0 Pocket PC, CPU 300 Mhz punya samsung dan slot card memory bisa up to 2 GB dan memory internal 60 MB.  Kamera sudah mengusung 1.3 MP, video support, bluetooth 1.2 A2DP, SMS, MMS, Email dan browser sudah mengguanak WAP 2.0. Dilengkapi dengan stylus pen dan 5 ways navigation button ditengahnya bikin PDA ini makin canggih dizamannya.

Palm Treo 750v

Blackberry Curve 8520 aka Gemini

Semua keasikan Palm Treo 750v pada akhirnya berakhir setelah kerajaan api menyerang (upss).. setelah kerajaan blackberry menyerang. Era blackberry di mulai menjadi wabah ketika blackberry yang saat itu dikenal sebagai vendor spesialisasi PDA atau Smartphone mahal mengeluarkan smartphone berjuta umat berharga murah yang dinamakan Blackberry Curve 8520 aka Gemini. Blackberry (BB) Gemini menjadi handset berikutnya yang dimiliki pada tahun 2010 ditebus dengan harga 2,5 juta hasil kredit sama temen (hidup kredit…!). Maklum gaji pas-pas an kelakukannya boros jadi kayak gini,, maafin yaa. BB Gemini memberi warna tersendiri karena saat itu belum banyak yang punya dan masih kelihatan smartphone mahal, punya BB itu kemewahan sampai akhirnya semua orang punya BB dan itu jadi barang yang biasa. 9 dari 10 orang yang ada ruang publik pasti lagi pegang BB apapun jenisnya.

BB Gemini mengusung display 65K TFT 2.43 Inch, push email support, BB OS 5.0, CPU 512 MHz, memory internal 256 dengan slot card yang bisa up to 32 GB, Camera 2 . MP dan video 320 P. Support MP3, WAV (trutone), Bluetooth dan Wifi. Paling pamungkas tentu saja adalah aplikasi BBM atau Blackberry Massenger, Aplikasi eksklusif yang ada dari BB, oleh BB, untuk BB bikin smartphone ini semakin punya nilai jual.

BB Gemini

Nokia 1200, Samsung Galaxy Young, LG G2, dan Galaxy J7.

Direntang waktu 2007 sampai 2017 selain punya cellphone diatas juga punya beberapa perangkat yang dipakai tapi bukan punya sendiri tapi fasilitas kantor. Nokia 1200, Samsung Galaxy Young, LG G2 dan Galaxy J5. Samsung Galaxy Young membuat Saya untuk pertama kali bersentuhan dengan yang namanya Android. Sebenarnya sebelum Samsung booming dengan androidnya, sudah ada pemain lokal yaitu nexian yang lebih dulu mengklaim sebagai perangkat pertama di Indonesia yang pakai Android sebagai operating systemnya. Tapi lagi – lagi, Samsung punya nama besar dan strategi marketing yang sangat jitu yang pada akhirnya membuat seolah identik Samsung adalah Android dan Android adalah Samsung.

 

Nokia 1200
Samsung Galaxy Young
Samsung Galaxy J7

Blackberry Torch

Tahun 2012 berganti menggunakan Blackbery Torch 9800 (dibeli second) ditebus dengan harga 2,4 Juta. Kebetulan ada teman yang jual dan lagi-lagi bisa di kredit dengan bunga 0%.  Blackberry torch salah satu HP yang sangat nyaman banget dipakai. Model Slidenya enak waktu digenggam. Display sudah 16M colours 3.2 Inches, sudah mengusung multitouch dengan menggunakan Blackberry OS 6.0. Memory internal 4GB dengan slot yang bisa di up to 32 GB. Kamera 5MP dan sudah ada LED Flash, Video 480P@24fps. Bisa dibilang HP ini cukup memenuhi ekspektasi smartphone. Blackberry Torch dipakai sampai tahun 2014 sampai akhirnya beralih kembali ke Sony yang gak pakai Ericsson dengan menggunakan OS Android.

Blackberry Torch

Sony Experia T3

Sony Experia T3 dibeli pada saat pameran di JCC senayan dengan harga 3,6 Juta. Display 16 M Colours 5.3 Inches, Resolusi sudah 720 x 1280 pixel, multitouch up to 4 fingers dan layar sudah IPS LCD dengan capacitive touchscreen. OS yang digunakan Android Kitkat 4.4.2  dengan CPU 4 inti 1.4 GHz Cortex A7. Memory internal 8 GB dan bisa di up to dengan slot micro SD sampai dengan 32 GB. Overall HP ini cukup enak buat dipakai sayangnya cepat panas dan hang, pada akhirnya cuma setahun doang dipakai untuk kemudian berganti pakai punya Samsung type Galaxy A7 2016.

Sony Experia T3

Samsung Galaxy A7 2016

Samsung Galaxy A7 2016 dibeli dengan harga 6,5 juta  di salah satu mall waktu kunjungan kerja ke Pontianak. Bisa dibilang ini adalah best Android smartphone ever have. Galaxy A7 memiliki bentang layar 5.5 Inches dengan body yang sudah pakai gorilla glass 4 untuk bagian depan dan belakang. Dual SIM active, Multitouch yang mulus banget dan sudah mengusung fingerprint security, OS Andorid 5.1.1 Lollipop dengan dapur pacu Octa core 1.6 GHz Cortex A53. Micro SD bisa di up to 256 GB dan memori internal sudah ada 16GB. Yang paling jawara adalah kameranya sebesaar 13 MP dengan kualitas yang mumpuni (gakkan nyesel punya HP ini). Mesinnya cenderung stabil dan gak gampang panas. Gak pernah hang meski sudah sering jatuh. pokoknya kerenlah.

Selain smartphone punya juga HP GSM seperti Nokia Asha 202 dan Samsung Flip GT E1222 yang dipakai buat nomor yang gak perlu koneksi internet. Anggap saja nomor darurat. Kelebihan HP ini adalah daya tahan baterei yang bisa sampai 1 minggu. Jadi gak repot sibuk recharge HP kalau sedang dalam perjalanan jauh karena kerja dan tetap bisa terkoneksi by phone.

Samsung Galaxy A7

Apple Iphone 7 Red Edition

Tahun 2017 Iphone 7 Red Edition dengan bentang layar 4,7 Inch pada akhirnya mencuri hati Saya. Selama ini gak pernah mau punya iphone cuma karena layarnya yang 4 inch dan harganya yang selangit. Tapi Iphone 7 benar – benar terlalu sexy buat dilupakan. Beli dari lapak online di Tokopedia, Iphone 7 ditebus dengan harga 10,5 Juta. Nyaman di genggam ukurannya pass. Body alumunium merah menyala, Nano SIM, LED backlit IPS LCD dengan capacitive touchscreen 16 M colours. Ada kamera 12 MP yang cukup keren untuk foto di tempat yang minim cahaya sekalipun kecuali gelap total.  Overall, ini smartphone terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidup. Beralih ke samsung ? sepertinya sampai ada perangkat lain yang lebih dari Iphone, gakkan beralih lagi ke Android. 🙂

Iphone 7 Red Edition

So, Apa HP pertama kamu ?

Jakarta, 14 Juni 2018

Leave a reply