Darah Muda dan Moment Piala Dunia

Triphology ( travel blogger) – Gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia pada akhirnya telah usai. Perancis dengan “darah muda” nya tampil sebagai Juara Piala Dunia untuk ke dua kalinya sepanjang sejarah setelah mengalahkan ketangguhan Kroasia di partai final. Berbagai drama yang terjadi di partai puncak menjadikan pertandingan final piala dunia kali ini benar – benar berwarna. Setengah lusin gol berhasil membuat jutaan pasang mata berbahagia, berteriak, melompat, luapan emosi dan air mata dimana-mana, tidak hanya di kedua negara finalis tapi juga milyaran orang yang menyaksikannya dari berbagai penjuru dunia.

Satu hal yang menarik adalah dimana tren anak muda, generasi muda, darah muda benar – benar mendominasi pagelaran kali ini. Kylian Mbappe sukses mengikuti jejak Pele sebagai anak muda (berusia belasan) yang mampu mencetak gol di partai final. Perancis dengan  deretan “young guns’ nya berhasil  merengkuh supremasi tertinggi sepakbola dunia dengan semangat anak mudanya.

Bejalar dari Perancis

Belajar dari Perancis, Manajemen yang tepat untuk mengelola potensi generasi muda akan mampu membuat suatu negara dapat berbicara banyak di pentas dunia. Soekarno pernah mengatakan “beri aku 100 orang tua maka akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda maka kan kuguncangkan dunia”. Perancis tidak serta merta langsung jadi juara dengan talentanya. Ada proses panjang yang tidak lepas dari pembinaan usia dini, manajemen sepakbola yang baik, kompetisi yang sehat dan inovasi yang berkelanjutan. Tanpa kerja keras dari berbagai elemen dan stakeholder yang terlibat hal itu tidak mungkin dilakukan.

Fenomena yang sama juga terjadi pada proses politik negara tetangga Malaysia. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia masih berusia 25 tahun (salut) dan merupakan menteri termuda di kabinet Mahattir Mohammad. Sebelumnya di Finlandia seorang anak NTB yang bernama Lalu Muhammad Zohri berhasil mengumandangkan Indonesia Raya setelah menjadi yang tercepat dalam kejuaraan dunia athletik IAAF kelas 100 meter untuk usia dibawah 20 tahun. Belum lagi Perdana Menteri Canada yang katanya paling tampan, Mr. Justin Trudeau terpilih pada usia 43 tahun. Khusus untuk Perancis, moment tahun ini benar – benar menjadi pembuktian bagi para generasi muda Perancis setelah tahun lalu untuk pertama kali Perancis memiliki Presiden termuda dalam sejarah dalam diri  Emanuel Macron.

Emanuel Macron

Darah Muda

Kalau kata bang Rhoma Irama “masa muda, masa yang berapi-api, yang maunya menang sendiri, biar salah tak peduli, darah muda” tidak selalu benar. Faktanya anak muda adalah harapan, kebanggaan, dan pilar bagi suatu bangsa.

Darah muda akan senantiasa menjadi darah segar disegala bidang. Orang – orang yang lebih tua harus sudah siap memposisikan diri sebagai pengayom, pembimbing, pendidik, dan teladan bagi generasi muda. Bukan sebaliknya menjadikan anak – anak muda sebagai lawan dan ancaman bagi sebuah eksistensi dan kekuasaan.

Lalu dimana generasi muda Indonesia ? tidak perlu berkecil hati. Meski belum mampu seperti Perancis (Juara Dunia), setidaknya dibidang lain masih banyak anak muda Indonesia yang bisa dibanggakan. Sudah saatnya anak – anak muda membawa dan memimpin negeri ini dengan ide, kreativitas, inovasi dan idealisme yang positif, Jangan pernah takut.

Generasi Optimis

Kita  punya Nadiem Makarim dengan Gojek-nya, kita punya anak – anak timnas U-19 dengan  mimpi dan semangat juangnya, Kita punya ratusan bahkan ribuan anak muda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang siap menjadikan Indonesia sebagai negara besar suatu hari nanti. So, tidak ada alasan bagi Kita untuk berkecil hati.

Indonesia harus dibangun dengan optimisme dan sikap yang tepat, bukan idealisme sempit dan taklik buta sehingga mengesampingkan rasionalitas dan logika. Indonesia harus dibangun dengan semangat keragaman untuk kebersamaan, bukan cauvinisme kelompok tanpa kesadaran dan pikiran. Indonesia harus dibangun oleh anak – anak muda berpikiran inovatif, maju dan berkeadilan, bukan generasi yang rasis, latah dan ikut-ikutan.

Jakarta, 16 Juli 2018

Leave a reply